Kamis, 02 Mei 2019

KOFIGURASI CISCO PAKET TRACER


CARA CONFIGURASI


LANGKAH 1 BUKA CISCO TRACER

LANGKAH 2 SIAPKAN SWITCH DAN KOMPUTER

LANGKAH 3 MASUKKAN IP ADRESS KE SEMUA KOMPUTER

LANGKAH 4 MASUKKAN SCRIPT INI

switch 1
en
conf t
vlan 10
name vlan 10
Vlan 20
Name vlan 20
Vlan 30
Name vlan 30
Int fa0/1 (komputer 1)
Sw acc vlan 10
Int fa0/2 (komputer 2)
Sw acc vlan 20
Int fa0/3 (komputer 3)
Sw acc vlan 30
Int fa0/24 (switch sebelah)
Sw mode trunk

switch 2
en
conf t
vlan 10
name vlan 10
Vlan 20
Name vlan 20
Vlan 30
Name vlan 30
Int fa0/3 (komputer 1)
Sw acc vlan 10
Int fa0/4 (komputer 2)
Sw acc vlan 20
Int fa0/5 (komputer 3)
Sw acc vlan 30
Int fa0/2 (switch sebelah)
Sw mode trunk


switch 3
en
conf t
vlan 10
name vlan 10
Vlan 20
Name vlan 20
Vlan 30
Name vlan 30
Int fa0/3 (komputer 1)
Sw acc vlan 10
Int fa0/4 (komputer 2)
Sw acc vlan 20
Int fa0/5 (komputer 3)
Sw acc vlan 30
Int fa0/1 (switch sebelah)
Sw mode trunk

switch 4
en
conf t
vlan 10
name vlan 10
Vlan 20
Name vlan 20
Vlan 30
Name vlan 30
Int fa0/1 (komputer 1)
Sw acc vlan 10
Int fa0/2 (komputer 2)
Sw acc vlan 20
Int fa0/3 (komputer 3)
Sw acc vlan 30




''ubah sesuai dengan fa masing masing''

LANGKAH 5 TES DENGAN MENIRIMA SURAT

Rabu, 14 November 2018

TUGAS HAL45-46 TJB WAN

Translate Module Materi 2016-03

Tugas TJB WAN Hal 50

11 Hal Yang harus dipelajari dipembelajaran TJB WAN semester 1





1.    Pengertian Jaringan nirkabel

Jaringan nirkabel (Inggris: wireless network) adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel. Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi.
Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.

2.    Gelombang Radio

Gelombang radio adalah gelombang yang memiliki jangkauan frekuensi yang cukup luas dan biasanya dihasilkan oleh rangkaian isolator dalam alat-alat elektronika. Spektrum gelombang radio dipisahkan dalam pita-pita frekuensi atau panjang gelombang.

3.    Polarisasi

Polarisasi didefinisikan sebagai arah orientasi dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi linear (vertikal atau horisontal). Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal. Pada aplikasi radio, WLAN dan radio seluler, polarisasi yang digunakan adalah polarisasi linier vertikal. Antena pemancar dan penerima harus diorientasikan vertikal. Sedangkan pada aplikasi TV broadcast, polarisasi yang digunakan adalah polarisasi linier horisontal. Sedangkan pada aplikasi RFID (radio frequency identification), polarisasi yang digunakan adalah polarisasi sirkuler.
Pada astronomi radio, tujuan mengenali polarisasi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah objek astronomi adalah untuk mempelajari medan magnetik dari objek tersebut.

4.    Spectrum electromagnetic

Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan (lihat juga tabel dan awalan SI):

Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi, hasilnya kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
Panjang gelombang dikalikan dengan energi per foton adalah 1.24 μeVm
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang, pendek berenergi tinggi ,sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)[1].

5.    Pengertian bandwith

Bandwidth adalah suatu nilai kunsumsi transfer data yang dihitung dalam bit/detik atau yang biasanya di sebut dengan bit per second (bps), antara server dan client dalam waktu tertentu. Atau definisi bandwidth yaitu luas atau lebar cakupan frekwensi yang dipakai oleh sinyal dalam medium transmisi. Jadi dapat disimpulkan bandwidth yaitu kapasitas maksimum dari suatu jalur komunikasi yang dipakai untuk mentransfer data dalam hitungan detik. Fungsi bandwidth adalah untuk menghitung transaksi data.

6.    Frekuensi dan kanal

Frekuensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam selang waktu yang diberikan. Untuk memperhitungkan frekuensi, seseorang menetapkan jarak waktu, menghitung jumlah kejadian peristiwa, dan membagi hitungan ini dengan panjang jarak waktu. Hasil perhitungan ini dinyatakan dalam satuan hertz (Hz) yaitu nama pakar fisika Jerman Heinrich Rudolf Hertz yang menemukan fenomena ini pertama kali. Frekuensi sebesar 1 Hz menyatakan peristiwa yang terjadi satu kali per detik.

Kanal merupakan media yang digunakan untukmentransmisikan sinyal dari transmitter ke receiver.Kanal dapat berupa sepasang kawat, coaxial cable,frekuensi radio, dsb. Kapasitas Kanal dapat digambarkan sebagai rata-rata maksimum pada informasi yang bisa dikirim tanpa ada kesalahan, dan untuk maksudtransmisi data, mungkin diukur dalam bit perdetik.Rata-rata data yang dapat dikirim pada kanal sebanding dengan bandwidth kanal itu

7.    Perilaku gelombang radio

·         Semakin panjang panjang gelombang, semakin jauh gelombang radio merambat.
·         Semakin panjang panjang gelombang, semakin mudah gelombang radio melalui atau mengitari penghalang.
·         Semakin pendek panjang gelombang, semakin banyak data yang dapat di kirim.

8.    Line off sight

LOS (Line Off Sight) adalah suatu kondisi dimana antara pengirim (Tx) dengan penerima
(Rx) dapat saling melihat tanpa ada penghalang. LOS dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut ini:
Panjang lintasan Adalah panjang lintasan antara Tx dan Rx Faktor K Faktor pengali jari-jari bumi. Untuk indonesia k: 1.33 atau 4/3 Kontur bumi Adalah kondisi permukaan dari bumi yang bisa berupa bukit, lembah dan lainnya.
Daerah fresnel Adalah daerah berupa lintasan elips dalam lintasan propagasi gelombang radio dimana daerah tersebut dibatasi oleh gelombang tak langsung (indirect signal) dan mempunyai beda panjang lintasan dengan sinyal langsung sebesar kelipatan ½λ atau 2 kali ½λ
Tinggi penghalang Tinggi penghalang atau obstacle, yang bisa berupa pohon, gedung atau bangunan lainnya.

9.    Jaringan nirkabel 802.11

IEEE) Institute of Electrical and Electronics Engineers adalah Group dari Organisasi Insinyur yang mengatur standarisasi dalam bidang teknologi informasi. Setiap standarisasi yang diciptakan memiliki kode tersendiri. Salah satunya standarisasi di jaringan wireless yang memiliki kode 802.11. Dengan adanya standar ini dimaksudkan agar setiap perangkat wireless yang berbeda tetap dapat berkomunikasi meski berbeda vendor.:
Pada Tahun 1997, IEEE menciptakan standar wireless yang pertama bekerja pada frekuensi 2,4 GHz yang dinamakan 802.11. Namun standar ini hanya mendukung bandwidth jaringan maksimal 2 Mbps, telalu kecil untuk komunikasi jaringan pada saat ini. Oleh karena itu perangkat wireless dengan standar ini tidak diproduksi lagi.

10. Antenna dan jalur transmisi

Transmiter yang membangkitkan daya RF untuk mendorong antena yang biasanya terletak pada jarak tertentu dari teminal antena. Sambungan antara keduanya disebut jalur transmisi RF. Tujuannya adalah membawa daya RF dari satu tempat ke tempat lain, dan melakukan ini seefisien mungkin. Di sisi penerima, antena bertanggung jawab untuk menangkap sinyal radio di udara dan meneruskannya ke penerima dengan gangguan sesedikit mungkin, sehingga radio dapat men-dekode sinyal dengan baik. Atas alasan-alasan ini, kabel RF memiliki peran yang sangat penting dalam sistem-sistem radio: ia harus menjaga integritas sinyal dalam dua arah.
Ada dua kategori umum jalur transmisi: kabel dan bumbung gelombang (Waveguide). Keduanya bekerja sangat baik untuk secara efisien membawa daya RF di frekuensi 2.4 GHz.


11.  Fiber Optik 

Pengertian

Fiber Optik  adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi.

Prinsip
Pada kebanyakan kabel, data ditransmisikan menggunakan aliran listrik, namun pada fiber optik menggunakan aliran cahaya yang dikonversikan dari aliran listrik sehingga tidak akan terganggu oleh adanya gelombang elektromagnetik.

Fiber optik memanfaatkan serat kaca sebagai bahan penyusunnya untuk mendapatkan refleksi atau pantulan cahaya total yang tinggi dari cermin tersebut sehingga data akan ditransmisikan dengan cepat pada jarak yang tidak terbatas. Pantulan tersebut didapatkan melalui cahaya yang berjalan pada serat kaca dengan sudut yang rendah.

Selain itu, dalam proses kerjanya, efisiensi dari pantulan cahaya dipengaruhi oleh kemurnian bahan fiber optik dimana semakin murni bahan gelas yang digunakan maka penyerapan cahaya yang semakin sedikit oleh fiber optik. Minimnya penyerapan tersebut akan menghasilkan pantulan cahaya yang tinggi.

Description: kabel fiber optic
-Point To Point Fiber Optic
ISP - ONT - APa - Jarak xxKm - APb - Switch/Brigde/AP – Client

- Point to Multipoint Fiber Optic


Karakteristik kabel Fiber Optic dalam jaringan Komputer

Karakteristik kabel fiber optik adalah sebagai berikut:
1.    Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
2.    Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
3.    Biaya rata-rata pernode cukup mahal
4.    Media dan ukuran konektor kecil
5.    Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
6.    Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer)
Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang besar dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat labih dari 3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas.

Fiber optic merupakan media transmisi terkini untuk standard Ethernet dalam kabel lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel fiber optic dan kabel electric adalah sebagai berikut:
·         Jarak lebih jauh
·         Jauh lebih mahal
·         Kurang interferensi magnetic, membuatnya lebih lama
·         Dapat menunjang keceptan sampai 10Gigabits
Ada dua macam kabel lan dalam piranti optic ini:
·         Multimode (MM), menggunakan ukuran diameter fiber optic lebih luas
·         Single mode (SM), menggunakan diameter fiber optic sangat kecil

Dalam kabel fiber optik dengan jumlah core yang banyak, maka core itu akan dikelompokkan dalam satu selubung (tube). Satu tube mengandung 12 warna kabel fiber optik core. Dengan demikian kabel fiber optik 24 core akan memiliki 2 tube yang masing masing berisi 12 warna core serat optik yang berbeda. Warna selubung untuk pembungkus “kelompok” warna core serat optik pun juga berdasarkan urutan di atas. Untuk contoh di atas, maka selubung corenya akan berwarna biru dan orange. Demikian seterusnya. Sehingga jika anda mengupas kabel fober optik 96 core, maka akan memiliki 8 selubung dengan warna biru, orange, hijau, cokelat, abu-abu, putih dan merah. Dan jika menentukan warna kabel fiber optik core yang ke 24, maka akan berada dalam selubung berwarna orange, dan serat optik yang berwarna tosca. Demikian seterusnya.
Description: https://i0.wp.com/www.dct.co.id/images/Mengungkap-Kode-Dan-Warna-Kabel-Fiber-Optik-Core.jpg
 -Single mode fiber optic
Single mode fiber optic memiliki banyak arti dalam teknologi fiber optik. Dilihat dari faktor properti sistem transmisinya, single mode adalah sebuah sistem transmisi data berwujud cahaya yang didalamnya hanya terdapat satu buah indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentang. Satu buah sinar yang tidak terpantul di dalam media optik tersebut membuat teknologi fiber optik yang satu ini hanya sedikit mengalami gangguan dalam perjalanannya. Itu pun lebih banyak gangguan yang berasal dari luar maupun gangguan fisik saja.
Single mode dilihat dari segi strukturalnya merupakan teknologi fiber optik yang bekerja menggunakan inti (core) serat fiber yang berukuran sangat kecil yang diameternya berkisar 8 sampai 10 mikrometer. Dengan ukuran core fiber yang sedemikian kecil, sinar yang mampu dilewatkannya hanyalah satu mode sinar saja. Sinar yang dapat dilewatkan hanyalah sinar dengan panjang gelombang 1310 atau 1550 nanometer.

1.DuctCable
Kabel duct adalah kabel fiber optik yang instalasinya menggunakan pelindung pipa duct/subduct, kabel ini dipendam dalam tanah (underground). Metode pemasangannya dengan cara galian terbuka (open trench) ataupun boring rojok (manual borring).
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKw9_oZZnbZusfAcXoqz2U41bkSTf5q26pCsvay886xzMmLlrpzi30cPsUCcYeSRvKTProS3VKEZTaMh5N3sAIcpkNc5nT4MoBcX5pHw07FtjLCLBwm8vI-k3-zVDinUcJbQPll98EPgI/s1600/CS+Duct+cable.png

2. Direct Buried Cable
Direct Buried Cable atau kabel Tanam langsung, merupakan kabel fiber optik yang instalasinya dipendam dalam tanah (underground) dengan metode galian terbuka (open trench) kabel digelar langsung tanpa menggunakan duct/subduct. Jacketingkabel ini didesain lebih tebal daripada kabel duct.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5BJWnQ0Z15fKB1vEBFduRGN1lct18oTbbBh8l6S6TozYZh3vM5w3I6CVfVjKNVG9ORTqEGcN2MMW-SiY9-XJEz6ipM2mc6go1ndyxak4QBgR5STv6f0sJwSxli22jqVMI7kKnlTxglt0/s1600/CS+Direct+Buried+Cable.png

3.Aerial Cable
Aerial Cable (Kabel Udara) merupakan kabel fiber optik yang instalasinya menggantung diudara (aerial). Metode pemasangannya kabel digantung diantara tiang-tiang penyangga. Terdapat 3 jenis kabel Udara yaitu Figure 8, ADSS dan OPGW
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdqv4fK4wfXML8dWREkL-0TzH5HRc6_U8m11Jzv_gP7OxSsNYYvX1ywaxD7mJlVsEMMORlxTx4nXNQsuprWGDwvb_t6pAZDFpCknXDFiVUMJIZA9Oyx6ajGpvv0cD3wbWOfEyu839dD70/s1600/CS+Fig.8.png
Gambar 5. Cross Section Figure 8 Cable

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDqup_5wRSYEzMgUmvoSCMny_O3ePz0x_uQQ8IUaoKeXp_am-Bu30o2lmHcFaES0labWtY8BdXHCcExpdKwCW7QoDOQgB75CrPbDAm7r0OgAkzMaZgoTFV246PFO6FKsTuecSd_Jkq1nE/s1600/CS+ADSS.png


Jenis Konektor Pada Kabel Fiber Optic
Pada kabel serat optik, sambungan ujung terminal dapat disebut juga dengan istilah: konektor. Jenis-jenis dari konektor kabel fiber optic ini tersedia dalam beberapa bentuk yang berbeda-beda tergantung kebutuhan implementasinya, dimana biasanya memiliki tipe standar seperti berikut ini:
1.    FC (Fiber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode dengan akurasi yang sangat tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
2.    SC (Subsciber Connector): digunakan untuk model kabel single-mode, dengan sistem dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
3.    ST (Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode. Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
4.    Biconic: Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat ini sangat jarang digunakan.
5.    D4: konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
6.    SMA: konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
7.    E200

Description: https://i0.wp.com/fit.labs.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/sites/37/2018/01/1.jpg?resize=400%2C356&ssl=1
Fusion Splicer adalah Alat Penyambungan serat optik dengan memanfaatkan panas untuk meleburkan kedua ujung kabel optik secara bersamaan dengan waktu yg sangat singkat. Menggunakan sistem komputer yang canggih dimana kedua ujung serat optik akan di atur secara otomatis angel kedua ujung seret sehingga sejajar, kemudian batang elektroda akan meleburkan kedua ujung serat secara bersamaan dengan waktu yang sangat singkat sehingga kedua ujung dapat tersambungkan. Redaman yang dihasilkan dari alat ini berkisar di bawah 0.03 db tergantung dari baik buruknya pengupasan dan pemotongan kabel optik. 
Optical Time-Domain Reflectometer atau biasa disingkat menjadi OTDR, merupakan suatu peralatan optoelektronik yang digunakan untuk mengukur parameter-parameter seperti pelemahan (attenuation), panjang, kehilangan pencerai dan penyambung, dalam sistem telekomunikasi serat optik. OTDR pada dasarnya terdiri dari satu sumber optik dan satu penerima (receiver), modul akuisisi data, CPU, media penyimpanan data, dan layar monitor.
Description: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/08/OTDR_-_Yokogawa_AQ7270_-_1.jpg/220px-OTDR_-_Yokogawa_AQ7270_-_1.jpg


Pengukuran dengan optical power meter digunakan untuk menentukan loss (rugi) daya cahaya pada saluran serat optik, Optical Power meter listrik (OPM) adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan dalam sinyal optik. Istilah ini biasanya mengacu pada perangkat untuk menguji daya rata-rata dalam sistem serat optik. Perangkat tujuan umum kekuatan cahaya measuring biasanya disebut radiometers, fotometer, daya laser meter, meter ringan atau lux meter.
Description: Optical Power Meter aop05
Cleaver
Description: Mengenal Alat-Alat Fiber Optic/Optik dan Masing-Masing Fungsinya

Cleaver Tools ini mempunyai fungsi untuk memotong core yang kulit kabel optic-nya sudah dikupas, perlu kalian ketahui juga bahwa pemotongan core ini wajib menggunakan alat khusus ini, karena pada serat kacanya akan terpotong dengan rapih. Jika proses ini berhasil dilakukan dengan baik maka tahapan selanjutnya, kalian bisa teruskan ke tahap Jointing



Macam-macam Antena